UKIM MENAMBAH SATU LAGI GURU BESAR BIDANG ILMU SOSIOLOGI DAN TEOLOGI AGAMA: Prof. Dr. Johny Chr. Ruhulessin, M.Si

Pada Rabu, 16 November 2022, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) kembali mengukir prestasi dengan menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar kepada Prof. Dr. Johny Chr. Ruhulessin, M.Si dalam Bidang Ilmu Sosiologi dan Teologi Agama. Dengan demikian, di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara sudah ada tujuh profesor. UKIM tercatat sebagai perguruan tinggi swasta yang memiliki jumlah guru besar terbanyak, yaitu lima profesor. Dua profesor dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Sementara di lingkungan UKIM, dari lima profesor tersebut, tiga profesor berasal dari homebase Fakultas Teologi.

Dalam sambutannya, Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. Elifas T. Maspaitella, M.Si., memberikan apresiasi atas capaian yang diperoleh Prof. Dr. Johny Chr. Ruhulessin karena mampu memperlihatkan suatu performa akademik yang mumpuni meskipun sudah 10 tahun berkecimpung dalam dinamika pelayanan Gereja Protestan Maluku (GPM) sebagai Ketua Pengurus Besar Angkatan Muda GPM (1 periode) dan Ketua MPH Sinode GPM (2 periode). Kegigihan antara menjalankan tugas kepemimpinan gereja dan tenaga pendidik di UKIM telah membuahkan hasil yang membanggakan. Capaian akademik sebagai profesor ini makin mengafirmasi tanggung jawab akademik yang lebih besar dalam mengembangkan tradisi keilmuan di UKIM. Sementara itu, Kepala LLDIKTI XII Maluku dan Maluku Utara, Dr. Jance E. Lekatompessy, SE, M.Si. Ak. CA, menyampaikan rasa sukacita dan kebanggaan tersendiri atas peristiwa pengukuhan guru besar UKIM kali ini. Lekatompessy menandaskan bahwa sebenarnya Ruhulessin sudah lama menjadi “profesor” dalam kiprahnya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar AMGPM dan Ketua MPH Sinode GPM tapi baru sekarang mendapatkan pengakuan negara secara formal dalam kapasitasnya juga sebagai seorang dosen. “Capaian Prof. John Ruhulessin ini jelas merupakan suatu kemurahan Tuhan karena beliau sudah cukup lama berkecimpung di dunia pelayanan gereja dan tidak bisa berkonsentrasi mengurus kenaikan jabatan fungsional guru besarnya,” kata Lekatompessy. Kepala LLDIKTI XII ini juga mengharapkan capaian Prof. Ruhulessin dapat diikuti oleh para dosen lainnya sehingga UKIM dapat segera meraih status akreditas unggul.

Selama kurang lebih satu jam Prof. Dr. John Ruhulessin, M.Si membacakan pidato ilmiahnya yang bertajuk “Etika Publik sebagai Nadi Etika Kebangsaan” dengan sesekali memberikan penegasan secara lisan bagian-bagian tertentu dari pidatonya tersebut. Ruhulessin mengulas tesis utama gagasannya mengenai Etika Publik dengan menggunakan pendekatan multidimensional untuk meneropong isu-isu keagamaan dan nasionalisme Indonesia sebagai suatu fenomena baru yang dilandaskan pada prinsip egalitarianisme dan kesetaraan sejak diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945. Baginya, Pancasila dan UUD 1945 tidak hanya bisa dipahami sebagai ideologi nasionalisme tetapi merupakan suatu “kepercayaan” (belief, geloof) yang mestinya melampaui sekat-sekat identitas kebangsaan yang jamak. Pancasila dan UUD 1945 adalah jantung dari etika kebangsaan. “Tanpa berpegang pada Pancasila sebagai sumber etika kebangsaan, bangsa ini akan dibajak dan segala kekayaan kebangsaan yang bersumber dari budaya dan agama-agama di nusantara akan bangkrut. Itulah sebabnya, semua elemen bangsa, termasuk gereja dan perguruan tinggi Kristen sudah harus bersuara lantang dan melawan tindakan-tindakan yang sedang membajak bangsa kita saat ini,” tegas Ruhulessin.

Akta pengukuhan guru besar ini dilakukan oleh Rektor UKIM, Dr. Henky H. Hetharia, M.Th dengan memasangkan selempang (hood) guru besar di bahu Prof. Dr. Johny Chr. Ruhulessin, M.Si. Setelah itu, guru besar baru ini diberikan tempat pada jajaran senat universitas. Sejumlah anggota keluarga (anak-anak: Joi dan Fano, serta cucu-cucu), kerabat dan kolega Prof. Ruhulessin tampak menghadiri upacara pengukuhan guru besar ini, seperti Hendry Lewerissa (Anggota DPR-RI), Azis Samual (Politisi Golkar), Bodewin Wattimena (Pj. Walikota Ambon), Agus Ririmasse (Sekretaris Kota Ambon), Prof. Dr. M. J. Saptenno (Rektor Universitas Pattimura), Prof. Dr. M. Sahertian, M.Pd (Perwakilan Rektor IAKN Ambon), Dr. Faqih Seknun, M.Pd (Wakil Rektor III IAIN Ambon), FORKOPIMDA Maluku, serta Sekretaris Umum MPH Sinode dan Wakil Ketua MPH Sinode dan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi GPM.

Bagikan:

Berita Terkait