Staf Kedubes Italia Berbagi Informasi Beasiswa di UKIM

Staf Kedubes Italia Berbagi Informasi Beasiswa di UKIM
Staf Kedubes Italia Berbagi Informasi Beasiswa di UKIM

Yayasan Perguruan Tinggi (YAPERTI) GPM berkolaborasi dengan Bidang IV UKIM menggelar kegiatan diseminasi informasi beasiswa studi di luar negeri. Kolaborasi perdana ini YAPERTI dan UKIM ini dilaksanakan dengan menerima kedatangan Staf Bidang Pendidikan Kedutaan Besar Italia dan Representative of Uni-Italia, Romero Sinaga. Kegiatan ini berlangsung di Aula UKIM pada tanggal 5 Mei 2022 dengan peserta para dekan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa S1 dan S2, serta alumni, selama kurang lebih 3 jam.

Rektor UKIM diwakili oleh Wakil Rektor I, Dr. Elia Radianto, M.Si., dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Sejauh pengetahuan saya, kegiatan semacam ini apalagi dengan mendatangkan langsung Staf Kedubes Italia, baru pertama kali dilakukan di UKIM. Karena itu, saya mengharapkan tanggapan positif sivitas akademika UKIM menyambut peluang-peluang studi yang disampaikan nanti,” demikian pernyataan Radianto. Sementara itu, Ketua YAPERTI GPM, Prof. Dr. Ir. J. (Bob) Mosse, M.Sc., memberikan arahan yang jelas mengenai pentingnya kegiatan-kegiatan seperti ini dilakukan secara reguler bagi sivitas akademika UKIM. “Sudah saatnya UKIM bergerak lebih jauh untuk membangun sinergi di bidang pendidikan dengan lembaga-lembaga luar negeri, baik universitas maupun kedubes-kedubes negara-negara mitra di Indonesia. Studi di luar negeri tidak hanya memberikan kesempatan untuk belajar dari para peneliti dan pemikir internasional tapi juga membuka wawasan yang lebih luas mengenai kebudayaan bangsa-bangsa lain. Untuk itu memang UKIM harus memberi perhatian kepada penguatan kompetensi berbahasa asing, terutama Bahasa Inggris,” demikian penegasan Mosse yang disambut dengan tepuk tangan para peserta.

Dipandu oleh Dr. Steve Gaspersz, MA (Warek IV) sebagai moderator, diseminasi informasi mengenai kampus-kampus di Italia dan sejumlah beasiswa studi di negara pizza itu disampaikan secara detail oleh Romero Sinaga. Kapasitasnya sebagai Staf Bidang Pendidikan Kedubes Italia dan Representative of Uni-Italia memberikan garansi bahwa sebenarnya sivitas akademika UKIM berpeluang untuk mendapatkan beasiswa studi di Italia. Tentu saja, tambahnya, sebagaimana di Indonesia atau di kampus-kampus luar negeri lainnya, ada sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi mulai dari memahami informasi yang tersedia pada berbagai laman terkait studi di Italia hingga penulisan proposal rencana studi. Setelah menyampaikan informasi rinci tentang kampus dan beasiswa studi di Italia, sejumlah pertanyaan diajukan oleh para peserta (dosen, mahasiswa S1 dan S2, dekan). “Saya sangat puas dengan kegiatan ini karena sebenarnya di luar ekspektasi saya bahwa sivitas akademika UKIM sangat antusias mengikuti penjelasan saya,” kilah Sinaga. Usai diseminasi informasi secara umum, Sinaga melakukan pendampingan khusus bagi 12 orang dosen dan mahasiswa S2 yang berminat mendapatkan informasi khusus terkait studi yang diminati dan bagaimana menyusun proposal studi (3 halaman) yang disyaratkan oleh kampus-kampus di Italia.

Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan peserta yang lebih terbatas untuk membicarakan kemungkinan membangun hubungan kerjasama di bidang pendidikan dengan Kedubes Italia. Kegiatan ini diikuti oleh Merry Nikijuluw (Divisi Kerjasama YAPERTI GPM), Warek II Dr. S. Hehanussa, M.Si., Warek IV Dr. S. Gaspersz, MA, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Bidang IV (Tono Mahmudi, M.Sc.), Kepala Bagian Perencanaan dan Kerjasama (M. Maitimu, ST) dan sejumlah staf rektorat UKIM. Kedua pihak (UKIM dan Kedubes Italia) bersepakat untuk melanjutkan komunikasi dan memantapkan kesepakatan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang ada. Harapan besar yang disampaikan oleh Sinaga bahwa UKIM dapat segera membentuk International Office (IO) sehingga dapat terus dilibatkan dalam jejaring IO yang melaluinya banyak informasi studi luar negeri dapat diperoleh.

Bagikan:

Berita Terkait