berita terbaru tentang ukim

Kunjungan Kerja Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dr. Dino Patti Djalal ke UKIM

Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dr. Dino Patti Djalal, Senin 13 Februari 2017, melakukan kunjungan kerja ke Kampus Universitas Kristen Indonesia Maluku. Dalam kunjungan kerja, Dr. Dino Patti Djalal diterima oleh Rektor UKIM Dr. Cornelis Adolf Alyona, M.Th, bersama pimpinan UKIM antara lain, Dr. Simon Pieter Soegijono, SE, M.Si (Pembantu Rektor I), Kepala Lembaga Penelitian UKIM Drs. Marthin Jonas Maspaitella, M.Si dan Para Dekan dalam lingkungan UKIM.

Kunjungan kerja ini dimaksudkan agar FPCI dapat berperan serta memfasilitasi dan mengajak para mahasiswa, dosen dan peneliti UKIM berpartisipasi dalam kegiatan hubungan international, khususnya di kawasan ASEAN. FPCI secara kelembagaan turut mengimplementasikan misi knowledge sharing dan community development.

Memorandum of Understanding (MoU) UKIM terkait Program Desa Mandiri di Maluku dengan Kementrian Sosial

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berkenaan berkunjung ke kampus Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon, 9 Februari 2017. Kehadiran Menteri Sosial RI didampingi Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Dirjen Pemberdayaan Sosial Hartono Laras, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Nur Pujianto, Staf Khusus Menteri Sosial Eko, Direktur K2KS Hotman dan Kepala Biro Humas Adi Wahyono Hadir pula Sekretaris Kota Ambon Tony Latuheru, SH, M.Si, dan Pembantu Rektor IV Universitas Pattimura; Dr. Muspida, M.Si.


Dalam kunjungan ini, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa bersama Rektor UKIM; Dr. Cornelis Adolf Alyona, M.Th menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), terkait Program Desa Mandiri di Maluku. Pada kesempatan ini, Menteri Sosial RI mengharapkan agar UKIM dapat membantu Pemerintah RI untuk mensejahterakan masyarakat di kepulauan Maluku melalui program Desa Mandiri.

Kuliah Tamu “Memperkuat Perdamaian dalam Kerangka Kebhinekaan Indonesia”

 

Selasa, 01 Februari 2017, AULA Kampus UKIM Tanah Lapang Kecil Ambon, dilaksanakan: Kuliah Tamu, yang disampaikan oleh Theofransus Litaay, SH, LLM, Ph.D. beliau adalah Pascasarjana Doktor Studi Pembangunan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Selain itu, beliau juga adalah Tenaga Ahli Madya di Kantor Staf Presiden RI Bidang POLHUKAM DAN HAM. Pada kesempatan itu, Theofransus Litaay, SH, LLM, Ph.D, memberikan materi dengan topik Memperkuat Perdamaian dalam Kerangka Kebhinekaan Indonesia. 

Moderator yang mendampingi beliau, adalah Pdt. Yanes Parihala, M.Th, Sekretaris Pascasarjana UKIM. Pemaparan materi ini setidaknya membantu civitas akademika UKIM untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan Indonesia, dan membangun serta memperkuat kebhinekaan dalam kehidupan. Sebagaimana slogan UKIM sebagai Kampus Orang Basudara.

 

UKIM-IAIN Ambon Akan Gelar Panas Pela

UKIM – IAIN Ambon

Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon akan segera menggelar kegiatan “Panas Pela”.

“Mungkin pada Desember nanti, sedang dipikirkan bersama, kami ingin merancangnya menjadi satu rangkaian kegiatan,” kata Direktur Ambon Reconciliation and Mediation Center (ARMC) IAIN Ambon Abidin Wakano, di Ambon, Selasa (25/10).

Ia mengatakan Panas Pela antara UKIM dan IAIN Ambon merupakan lanjutan dari “Angkat Pela” yang digelar saat Konferensi Internasional tentang Pendidikan Agama Inklusif (International Conference on Inclusive Religious Education) oleh Netherlands-Indonesia Consortium for Muslim-Christian Relations di dua perguruan tinggi itu, pada Agustus 2016.

Dalam terminologi budaya Maluku, Pela merupakan ikatan kekerabatan yang dibuat antar masyarakat dari dua atau tiga kampung yang dikenal dengan “Angkat Pela”, prosesnya pun dilakukan mengikuti upacara adat setempat.

Berdasarkan sejarah tutur, ikatan persaudaraan tersebut telah mulai ada sebelum era penjajahan, dan terus diperbaharui oleh tiap generasi melalui “Panas Pela” untuk mengingatkan adanya ikatan persaudaraan yang disebut dengan “Saudara Pela”.

“Pela adalah hasil konstruksi sosial budaya masyarakat kita, dibentuk untuk saling menjaga dan tolong-menolong. Di tengah maraknya “hate speech” dalam masyarakat, juga kekerasan di kalangan remaja dan pemuda, konsep ini menjadi modal sosial kultural yang bisa diadopsi dalam upaya menjaga perdamaian,” katanya.

Abidin yang juga Ketua I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku berharap apa yang telah dimulai oleh UKIM dan IAIN Ambon, bisa juga dilakukan oleh perguruan tinggi lainnya di Maluku, guna mempererat ikatan persaudaraan dan persahabatan antar generasi muda di daerah tersebut.

“UKIM dan IAIN Ambon telah menjadi pelopor untuk di tingkat perguruan tinggi, kami berharap ini juga bisa diikuti oleh universitas yang lain, karena kalau sudah sudah saling mengangkat Pela dengan sendirinya akan terbangun rasa saling menjaga dan respek antar sesamanya,” tandasnya.

Dalam upaya membangun rekonsiliasi dan mediasi antar umat di Maluku, Abidin mengatakan ARMC IAIN Ambon sangat menaruh perhatian pada living values education (pendidikan menghidupkan nilai) dan multikulturalisme sejak tahun 2012.

ARMC telah membina sedikitnya 60 orang guru SMP dan SMA di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat untuk mengembangkan program yang berkaitan dengan pendidikan menghidupkan nilai dan multikulturalisme di sekolah, baik melalui kegiatan ekstrakurikuler, orientasi maupun lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran bagi siswa.

Selain itu, ARMC juga menggelar Angkat Pela lintas sekolah antara SMP Negeri 9 Ambon yang 90 persen pelajarnya beragama Kristen dengan SMP Negeri 4 Salahutu yang mayoritas muslim, dalam kegiatan perkemahan remaja tiga tahun lalu.

“Sudah tiga tahun sejak Angkat Pela pertama, kami kemudian menggelar Panas Pela antar dua SMP tersebut saat Konferensi Internasional tentang Pendidikan Agama Inklusif, baru-baru ini,” katanya.

Hari Ini Mensos Hadiri Seminar Di UKIM

Dipastikan hari ini Senin 11 April, Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa  akan menghadiri Konfrensi NasionalIkatan Pendidikan Dan Pekerjaan Sosial (IPPSI) VIII. Selain menghadiri Konfrensi  sekaligus Kongres  itu,Mensos juga  nantinya bertindak sebagai  Keynote Speaker   dalam Seminar Keserasian Sosial di Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Mensos nantinya memberikan  pengarahan  terkait dengan keserasian sosial   serta pembangunan kesejahteraan sosial. Termasuk akan   hadir untuk peletakan Batu Pertama Balai Keserasian Sosial di Desa Hunuth/Durian Pata, Kecamatan Teluk Ambon.

Ketua Umum IPPSI Pusat, Dr. Sony Mustaqin mengatakan, pelaksanaan Konfrensi dan Kongres IPPSI ini mengusung tema” Membangun Keserasian Sosial Dari Bawa” Tema ini merupakan tema faktual dan selaras dengan tema pembangunan kesejahteraan sosial yang diselenggarakan Kemensos RI yakni Restorasi Sosial.

Mustaqin mengatakan, selain dihadiri Mensos RI, Khofifa Indra Parawansa sebagai pembicara, pelaksanaan Seminar Nasional itu juga nantinya dihadiri oleh narasumber yang berasal dari Akademisi UKIM, Pemda, NJO, termasuk perwakilan dari Perguruan Tinggi Pendidikan Kesejahteraan Sosial untuk memberikan makalah yang dapat menginspirasi pengembangan kebijakan atau model-model terkait dengan pembangunan keserasian sosial
Hasil dari Seminar tersebut nantinya dijadikan sebuah buku tentang keserasian sosial dari perspektif kesejahteraan sosial yang akan menjadi refrensi utama untuk pendidikan sosial dan pekerjaan sosial di Indonesia.” Ini juga untuk membangun satu komitmen bahwa UKIM punya keungulan dalam Pendidikan Kesejahteraan Sosial dalam kaitan dengan menciptakan harmony, menciptakan keserasian sosial atau juga mengembangakan model model yang terkait dengan resolusi konflik.”ujar Mustaqin sembari menambahkan, Kedepan Fakultas Sosial Politik UKIM dapat menjadi Center Of Exelence dalam Konflik Resolusi di Indonesia.

Dia berharap, dalam Kongres tersebut dapat terpilih pemimpin atau Ketua Umum IPPSI untuk periode kepengurusan baru atau dua tahun kedepan. Yang mana ketua terpilih diharapkan pula dapat membangun komitmen terutama menciptakan sumbedaya Pekerjaan Sosial yang profesional serta siap untuk melakukan pembangunan kesejahteraan sosial.

Kesempatan itu sebagai Ketua Umum IPPSI, Mustaqin juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh stakeholder didaerah ini yang telah berpartisipasi mensukseskan pelaksanaan Konfrensi Nasional IPPSI VIII di Ambon.”Saya mencapaikan terimah kasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi atas terselenggaranya kegiatan ini,”demikian Mustaqin. Rektor UKIM, Dr. Cornelis Adolf Alyona, mengatakan sebagai tuan rumah, tentunya berbagai persiapan telah dilaksanakan jauh hari mulai dari menyiapkan hal teknis hingga berkoordinasi dengan seluruh pihak.”Untuk kesiapan kami siap. Panitia telah bekerja maksimal guna mensukseskan kegiatan ini,”ujar Rektor.
Rektor berharap dengan adanya pelaksanaan Konfrensi Nasional IPPSI ini sediahnya dapat memberikan input kepada UKIM maupun masyarakat Maluku umumnya.”Kami berharap agar kegiatan yang akan dilaksanakan Senin 11 April dapat berjalan dengan aman dan lancar,”harap Rektor